Kamu Dividen Investor? Perhatikan 9 Hal Berikut
Di materi kali ini, Dividen Investing ID (DIVI ID) akan merangkum tentang 9 hal WAJIB yang harus diperhatikan bagi teman-teman yang ingin memilih saham untuk dimasukkan ke portofolio dividen investing.
Sebelumnya, teman-teman bisa JOIN Komunitas Dividen Investing terbesar dengan klik link berikut JOIN KOMUNITAS DIVIDEN INVESTING.
Yuk disimak selengkapnya ya
1. Penjualan
Dividen adalah hasil akhir dari aktivitas yang dilakukan oleh emiten.
Dan aktivitas pertama yang berhubungan dengan dividen adalah penjualan emiten itu sendiri.
Jika penjualan naik maka potensi dividen juga akan naik.
Jika penjualan turun maka besar kemungkinan dividen juga akan menurun.
Memang masih ada faktor laba bersih tetapi jika penjualan naik maka kita sudah memegang kunci utama agar dividen juga naik.
Oh ya kalo bisa lihat penjualan dalam bentuk annual atau tahunan ya karena kadang ada emiten yang di kuartal tertentu selalu lebih tinggi atau bahkan lebih rendah dibanding kuartal lainnya.
2. Laba bersih
Laba bersih adalah bottom line dari aktivitas bisnis emiten.
Di dalam laba bersih ada banyak faktor yang mempengaruhi seperti beban, penghasilan lain-lain, selisih kurs, jual aset maupun penyusutan-penyusutan.
Pastikan emiten yang kita pilih laba bersihnya tidak tergantung dari hal-hal yang hanya tertulis di atas kertas seperti selisih kurs, penyusutan dll.
Sebisa mungkin laba bersih yang ada murni dari hasil bisnis emiten yang bianya tertuang langsung di arus kas.
3. Non pengendali
Nah jika laba bersih aman ternyata masih ada pihak yang berpotensi “mengambil” jatah laba bersih yang ada yaitu non pengendali.
Sebisa mungkin memilih emiten yang memang bisnisnya dijalankan sendiri bukan patungan dengan perusahaan lain.
Simak emiten seperti JIHD yang non pengendalinya sangat besar dan tentu saja berimbas ke dividen yang diberikan. Baca JIHD Q1 2025 : Laba Bersih Turun 60.18%, Non Pengendali Dan 3 Faktor Kenapa Enggak
4. Saldo laba
Saldo laba ini antara penting dan tidak penting.
Tidak pentingnya adalah secara umum emiten tidak akan menggunakan saldo laba ditahannya.
Namun ada 2 momen dimana saldo laba ini menjadi sangat penting
a. Jika saldo laba minus maka emiten tidak akan membagi dividen seperti yang dilakukan oleh MLIA. Baca selengkapnya MLIA : Kinerja Laba Rugi Yang Perlu Diketahui Serta Fakta Dibalik Dividen
b. Emiten kadang berbaik hati menambah nominal dividen menggunakan saldo laba ditahan seperti yang dilakukan oleh TOTL.
5. DPR atau Dividen Payout Ratio
DPR atau dividen payout ratio adalah ratio yang digunakan oleh manajemen untuk membagi dividen.
Yang baik kisaran 60 hingga 90%.
Tetapi ada juga emiten yang DPRnya hanya 50% tetapi secara nominal pembagian sahamnya sudah besar. Kenapa? Karena faktor jumlah lembar saham yang beredar sedikit.
Bagaimana dengan emiten yang hobi membagi DPR 100% alias semua laba bersihnya dibagikan ke investor?
Stock Guide merasa kurang bijak saja karena jika disimpan bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti akuisisi, ekspansi atau semacamnya.
6. Jumlah lembar saham yang beredar
Tentu saja semakin sedikit jumlah lembar sahamnya maka dividen yang akan dibagikan semakin besar.
Ada contoh seperti SIDO yang membagikan 100% laba bersihnya tetapi dividen per lembarnya kecil karena jumlah lembar saham yang beredar mencapai 30 miliar.
Coba kalo misal hanya dibagi 2 miliar lembar saham saja artinya sudah naik 10 kali lipat.
7. Harga saham untuk menentukan div yield
Nah harga saham ini tentu saja sangat unik karena tiap detik berubah.
Salah satu kabar bahagia adalah dimana harga sahamnya turun karena adanya sentimen dari luar alias market risk seperti momen trading halt April 2025 kemaren.
Kinerja emiten biasa saja tetapi news yang beterbaran membuat harga sahamnya ambrol.
Ini momen yang sangat pas untuk memborong saham.
Oh ya Stock Guide mendapat jackpot kecil dimana ELSA harganya turun samapi Rp 370an, dan saat kemaren mengumumkan dividen Rp 39 kami masih mendapat dividen yield 10%.
8. Progres besaran dividen
Terakhir adalah sebaiknya kita memilih emiten yang rutin membagi dividen dengan nominal yang setiap tahun membesar.
Dengan nominal yang membesar artinya penjualan naik, laba bersih naik.
Sudah paham ya….
9. Beli jauh-jauh hari sebelum pengumuman RUPS
Nah tips terakhir atau no 9 adalah sebaiknya membeli atau masuk ke emiten jauh-jauh hari sebelum adanya pengumuman RUPS atau mata acara ketiga berupa penggunaan laba bersih tahun buku…
Caranya adalah kita memperkirakan berapa dividen yang akan dibagikan menggunakan Kalkulator Dividen berikut…
Apa fungsi poin no 9 ini? Agar teman-teman tidak terjebak dengan istilah dividen trap. Simak artikelnya Tidak Ada Dividen Trap Bagi Dividen Investor & Siapa Yang Kena Dividen Trap
Tentu saja cara 9 ini dipakai oleh teman-teman yang baru mau masuk ke suatu emiten. Kalo kita sudah ada di kereta sejak lama tentu saja poin no 9 ini tidak berlaku.
Sudah paham kan?
Kalo belum silahkan join Komunitas Dividen Investing
Apa sih manfaat join Komunitas Dividen Investing?
1. Tips dan Trik Investasi Dividen Jangka Panjang ✅
2. Diskusi Saham Dividen ✅
3. Akses ke 25 List Saham Dividen Yield >8%, potensi dividen 2026 & Jadwal Dividen ✅
4. Mentoring & Tanya Jawab Langsung Bareng Founder Stock Guide ✅
5. Saling mengingatkan saat plan mulai goyah ✅
6. Evaluasi per semester✅
7. Konsultasi Porto Dividen Investing✅