4 Kunci Dividen Investing: Sederhana, Tapi Tidak Semua Orang Mampu

Banyak orang berpikir sukses di saham itu soal pintar analisis, jago baca laporan keuangan, atau tahu saham mana yang akan naik.

Padahal kenyataannya…yang bikin berhasil justru hal yang sederhana.

Sikap. Mental. Cara berpikir.

Di Dividen Investing ID, ada 4 kunci utama yang kelihatannya simpel, tapi tidak semua orang mampu menjalankannya.

Kamu kuat enggak menjalankan? Simak ya

1. Sabar

5 huruf tapi tidak semua orang mampu menjalankan.

Sabar disini adalah sabar dalam eksekusi.

Contoh ada saham AYAM harga panggilannya 1000 dan sekarang harganya 1010.

Kita tetap sabar menunggu sampai harga AYAM 1000 walopun saat ini cuma selisih 10 poin.

Terlihat sepele tapi sangat berat lho apalagi tiba-tiba harga sahamnya bukannya turun ke 1000 tapi malah naik ke 1100 terus naik lagi tembus 1300.

Kita pasti akan merasa menyesal..kenapa hanya selisih Rp 10 tapi enggak dieksekusi.

Kalo kemaren dibeli maka hari ini sudah cuan XX persen.

Tapi ingat ya saham itu bukan cuma soal 1 saham dan di hari ini.

Ada 900 saham dan ada ribuan hari yang akan kita lewati dan jika kita sabar maka cepat atau lambat akan profit seperti yang kita bayangkan secara realistis.

Tambahan :

Jangan diartikan sabar itu pasif ya, tapi kita juga aktif mencari tau, aktif belajar dan aktif mengevaluasi.

2. Disiplin

Sabar jika tidak ada penguncinya akan mudah sekali goyah, apalagi kalo tidak ada temennya.

Nah yang menjadi teman sabar adalah disiplin.

Disiplin menjalankan plan yang sudah dibuat. 

Kita sudah fokus sepenuh hati mau menjalankan dividen investing maka semua aturan main di dividen investing harus ditaati secara disiplin.

Jangan tergoda untuk tiba-tiba pindah haluan karena rumput disana lebih hijau

Jangan tergoda hanya gara-gara ada yang screenshoot cuannya

Jangan tergoda dengan iming-iming kalo bisa profit sehari 5% ngapain nungguin profit 8% setahun

“Investor gagal bukan karena tidak punya strategi, tapi karena sering ganti strategi.”

Latihlah 1 jurus 1000x kali dibanding 1000 jurus tapi hanya 1x

Btw yang hobi pindah-pindah itu hampir pasti karena fomo bukan karena sudah mempelajari baru kemudian pindah.

Mereka berasumsi yang ada disana itu mudah, padahal semua teknik itu ada plus minus yang perlu dipelajari, dipraktekkan dan dievaluasi.

Contoh rame-rame pindah saham US…apakah sudah dipelajari kelemahan investasi di saham US, rule of gamenya, pajak-pajaknya, mitigasi risikonya dll.

3. Adaptif

Nah ada banyak definisi adaptif di bursa saham.

Ada yang bilang kalo bursa IHSG sedang jelek maka pindah ke bursa saham US

Ada yang bilang kalo eranya konglo maka masuk aja ke saham konglo

Ada yang bilang kalo eranya cuan cepat bungkus maka bisa ikuti langkah tersebut.

Memang di atas bisa dikategorikan sebagai adaptif tapi bisa saja juga diartikan sebagai plin plan walopun ini juga bagian dari bentuk survival di bursa saham

Tapi dalam konteks dividen investing adaptif ini adalah luwes dalam eksekusi seperti aturan di Komunitas Dividen Investing ID saat mau average down adalah

  • Sudah full muatan
  • sudah minus 10%
  • harga saat ini masuk ke harga panggilan

Tapi walopun sudah memenuhi kriteria di atas kita juga kadang tidak langsung eksekusi tetapi semacam liat-liat situasi terlebih dahulu.

Tidak usah harus pindah ke saham US

Tidak usah harus pindah ke saham konglo

Tidak usah harus ikutan trading

Cukup seperti bermain layang-layang.

Ada saatnya kita narik kenceng benangnya biar bisa naik dengan cepat, ada kalanya dilonggarkan agar terkena angin.

Konteks dalam dividen investing adalah

Ada kalanya begitu masuk plan langsung eksekusi

Ada kalanya ah bentar lagi juga tidak apa-apa karena disana ada saham lain yang menggiurkan dan harganya bentar lagi mau masuk ke Harga Panggilan

4. Berteman dengan waktu

Sabar sudah

Disiplin sudah

Adaptif sudah

Terakhir adalah berteman dengan waktu

Semua orang pengen cepat bisa. Cepat cuan. Cepat paham.

Padahal… pasar saham tidak bekerja seperti itu.

  • Berikan waktu untuk belajar

Jangan pengen semua cepat bisa tapi pelan-pelan. Ibarat bayi jangan pengen langsung berlari kalo berjalan saja masih tertatih-tatih.

Banyak teman-teman pemula yang langsung ingin menguasai semua materi dalam bursa saham. Padahal ada banyak ilmu yang butuh waktu.

Kami sangat merekomendasikan untuk learning by doing.

Belajar sesuai kebutuhan bukan untuk memenuhi ego di kepala.

Kalo belajarnya baru sampe pengertian dividen yield, jangan langsung pengen mengetahui apa indikator perusahaan bisa growth dll.

  • Berikan waktu untuk emiten bertumbuh

Emiten adalah sebuah perusahaan. Dan sebuah perusahaan pasti akan naik dan turun karena ini sebuah keniscayaan.

Pastikan kita tetap bertahan untuk terus bertumbuh dengan emiten.

Kita bisa pelan-pelan belajar tentang bisnisnya, sektor yang berpengaruh dengan kinerja emiten dan sebagainya

  • Berikan waktu untuk tesis kita berjalan.

Semua pengennya begitu beli langsung hijau, padahal bursa saham tidaklah seperti itu.

Bisa saja ketika beli langsung hijau dan terbang

Tapi siap-siap juga kalo beli terus merah sampe berbulan-bulan.

Semangat ya teman-teman

Visited 169 times, 2 visit(s) today

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *