4 Waktu Membeli Saham Yang Tepat Bagi Dividen Investor
Dividen investing merupakan aliran investasi yang fokus dengan dividen yield tinggi dan akan terus mengumpulkan lot saham yang dimaksud agar saat usia tua nanti bisa hidup dengan dividen.
Salah satu momen yang ditunggu oleh para dividen investor adalah saat harga saham turun karena adanya market risk yaitu penurunan harga saham karena sentimen atau isu yang ada di luar perusahaan.
Baca tentang market risk dan company risk di artikel berikut Belajar Memahami & Mempersiapkan Diri Menghadapi Market Risk & Company Risk Serta Solusinya
Namun ternyata sebagian dividen investor bingung kapan sebaiknya membeli saham?
Apakah fokus dengan harga wajar?
Atau cukup fokus dengan penurunan di atas 10%?
Atau malah ada tips lain?
Dividen Investing ID (DIVI ID) menulis ada 4 waktu dimana sebagai dividen investor bisa mengumpulkan lot
1. Penurunan di atas 10% atau 15%
Momen pertama saat mau membeli atau mengumpulkan lot adalah ketika saham yang kita miliki ternyata turun karena adanya market risk dimana harga saham sudah turun lebih dari 10% atau 15%.
Contohnya saham TPMA di bawah ini yang terus turun setelah exdate.

Fokus ke tanggal 09 Mei 2025 di harga Rp 705 dan saat ini harganya Rp 570.
Apakah kinerjanya menurun? Sepertinya enggak.
Tetapi beginilah bursa saham.
Emiten dengan kinerja bagus, dividen yield tinggi harga sahamnya malah terus turun.
Kenapa harus di atas 10% atau bahkan 15%?
Agar modal kita tidak cepat habis.
Ingat perjalanan dividen investor adalah perjalanan yang sangat panjang sehingga modal benar-benar diperhatikan. Tapi bagi teman-teman dividen investor yang memang tiap bulan topup maka modal ini tidak akan terlalu terpengaruh.
2. Memperbesar MOS
Jika poin no 1 adalah saat turun di bawah 10% atau 15%, tips membeli yang kedua adalah fokus dengan MOSnya. MOS adalah margin of safety
Jadi yang pertama diperhatikan adalah harga wajar saham yang sudah kita miliki.
Contoh saham PBID dengan eps 54 dan book value 407 memiliki harga wajar 703.
Dengan harga saat ini Rp 492 (harga penutupan tanggal 23 Juni 2025) maka MOSnya 30%.
Nah jika kita ingin memiliki saham PBID dengan MOS 40% maka kita akan membeli saham PBID lagi jika harganya menyentuh angka 420.
Sudah kebayang ya?
Teman-teman bisa langsung menggunakan Kalkulator Harga Wajar saham dan Kalkulator MOS di link berikut Kalkulator Saham
Tips ini sebenarnya lebih cocok untuk para value investor, tapi sebagai dividen investor juga bisa menerapkan karena jika kita punya PBID di harga 420 maka div yieldnya menjadi 13%. Nikmat kan?
3. Harga psikologis
Nah cara yang ketiga adalah menggunakan harga psikologis.
Apa sih harga psikologis? Yaitu harga dimana kita nyaman melihat harga tersebut.
Kalo di google pengertian harga psikologis (psychological pricing) adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan efek psikologis dari harga tertentu untuk memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Tujuannya adalah untuk membuat harga tampak lebih menarik atau terjangkau, sehingga mendorong konsumen untuk membeli lebih banyak atau merasa mendapatkan nilai lebih.
Contohnya harga PBID dalam rentang 5 hari terakhir berada di angka 505 dan 492. Artinya ada harga psikologis Rp 500 yang bisa menjadi acuan.

Kita akan membeli saat harganya di bawah 500. Jika lebih maka sudah di atas harga psikologis.
Kebayang kan?
Jika tidak teman-teman bisa menanyakan langsung di grup Komunitas Dividen Investing Terbesar dengan cara klik JOIN GRUP Komunitas Dividen Investing Terbesar.
4. Harga dividen yield
Wah apalagi ini? Hehe.
Jadi semua dari kita sudah tau kalo dividen yield adalah kunci dalam kita membeli saham.
Maksudnya adalah dividen yield 8% merupakan syarat wajib kita akan memilih dan membeli saham.
Nah bagaimana jika misal kita sudah membeli PBID di harga kemaren Rp 560 dan sekarang turun menjadi 492?
Kita fokus dengan dividen yield yang dikejar.
PBID tahun 2025 ini membagi dividen Rp 55. Jika kita membeli di harga Rp 560 maka div yield kita 9.8%.
Nah bisa enggak div yield kita menjadi 11%?
Bisa dengan cara kita membeli saham PBID di kisaran Rp 500 maka div yield kita sudah naik 11%.
Jika PBID tahun 2026 benar-benar membagi dividen Rp 55 maka kita sudah bisa mendapat div yield 11%.
Sudah paham kan?
Kalo belum silahkan join Komunitas Dividen Investing
Apa sih manfaat join Komunitas Dividen Investing?
1. Tips dan Trik Investasi Dividen Jangka Panjang ✅
2. Diskusi Saham Dividen ✅
3. Akses ke 25 List Saham Dividen Yield >8%, potensi dividen 2026 & Jadwal Dividen ✅
4. Mentoring & Tanya Jawab Langsung Bareng Founder Stock Guide ✅
5. Saling mengingatkan saat plan mulai goyah ✅
6. Evaluasi per semester✅
7. Konsultasi Porto Dividen Investing✅