(Update) 4 Tujuan Dividen Investing yang Wajib Kamu Pahami Sebelum Mulai — Tapi Tidak Pernah Diajarkan
Banyak orang salah kaprah saat pertama kali mendengar istilah dividen investing.
Ada yang bilang dividen investing itu nggak bikin kaya.
Ada juga yang bilang cuma cocok buat orang bermodal besar.
Bahkan ada yang langsung nyimpulkan, “Ah, dividen mah kecil, mending trading sekalian.”
Dan jujur saja, sebagian dari anggapan itu tidak sepenuhnya salah.
Kalau tujuanmu ingin cepat kaya, dividen investing memang bukan jalannya.
Ini bukan strategi yang bikin saldo rekening melonjak dalam hitungan bulan. Justru sebaliknya, dividen investing menuntut satu hal yang sering dihindari banyak orang: sabar dan konsisten.
Masalahnya, banyak orang menilai dividen investing tanpa pernah benar-benar paham tujuannya.
Mereka mencampur aduk antara dividen untuk hidup, dividen untuk tambahan penghasilan, dan dividen untuk pensiun. Akibatnya? Salah strategi, salah ekspektasi, lalu kecewa di tengah jalan.
Padahal, kalau dipahami dengan benar, dividen investing itu bukan soal kaya atau tidak kaya, tapi soal untuk apa dividennya digunakan. Dan di sinilah letak kesalahan paling sering terjadi.
Secara garis besar, ada 4 tujuan utama dalam dividen investing yang wajib dipahami sejak awal:
-
Dividen for Living
-
Dividen for Passive Income
-
Dividen for Retirement
- Dividen for Education
Masing-masing tujuan ini berbeda secara konsep, modal, dan ekspektasi. Jadi sebelum bicara soal saham apa yang dibeli, yield berapa persen, atau kapan beli dan jual, kita harus bereskan dulu tujuannya.
Mari kita mulai dari konsep yang paling sering diimpikan banyak orang.
1. Dividen for Living
Dividen for living artinya dividen yang kita dapatkan sudah bisa digunakan untuk biaya hidup full tanpa kita bekerja dan bisa dilakukan saat ini juga.
Efeknya adalah modal teman-teman harus besar agar dividen yang dibagikan bisa digunakan untuk biaya hidup.
Disini teman-teman bisa pensiun dini karena biaya hidupnya sudah jelas ditanggung oleh dividen yang dihasilkan.
Contoh kalo kita biaya hidup per bulan katakanlah Rp 10juta (biar menghitungnya gampang) maka dengan dividen investing 8% kalian harus mempunyai modal di saham sebesar Rp 1.5 miliar.
Cara menghitungnya
biaya bulanan x 12 x 100 : 8 = ketemu modal yang harus dipersiapkan
Trus nanti kena inflasinya gimana min?
Solusinya gampang
- biaya bulanan sudah dicadangkan dengan inflasi 5%
Jadi kalo kebutuhan bulanan Rp 10juta maka kebutuhan aslinya 10.500.000
Trus untuk reinvestasinya gimana kalo semua dividen diambil?
Solusinya adalah menaikkan target dividen bulanan
Misal
- biaya bulanan 10juta
- potensi inflasi 500rb
- dividen reinvest 4.5 juta
Jadi targetnya teman-teman per bulan butuh 15juta.
Sekarang berapa modal totalnya?
15juta x 12 x 100 : 8 = Rp 2.250.000.000
Ya teman-teman harus mempunyai modal awal Rp 2.250.000 dulu di saham.
Paham ya
2. Dividen for Passive Income
Nah konsep yang kedua yaitu dividen for passive income.
Ini juga ditunggu-tunggu dan banyak yang tidak paham.
Jadi kalo modal teman-teman so – so saja alias tidak besar seperti konsep no 1 tapi juga tidak kecil banget (nanti konsep no 3) teman-teman bisa ambil strategi dividen investing for passive income.
Jadi dividennya bukan untuk digunakan sebagai biaya hidup tapi hanya sebatas passive income seperti buat menambah
- biaya liburan,
- biaya bangun rumah yang tipis-tipis
- atau kebutuhan sekunder lainnya
Istilahnya kita tetap hidup mengandalkan gaji utama (baik sebagai pengusaha atau karyawan) tapi dengan tambahan dividen.
Dengan adanya tambahan dividen ini kita bisa mempunyai lebih banyak pilihan
Paham ya…..
Oh ya kalo dividen for passive income ini enggak usah membahas inflasi karena yang menahan inflasi dari gaji utama
3. Dividen for Retirement
Konsep ketiga ini kami sebut Dividen for Retirement.
Sederhananya, ini adalah strategi menabung saham dividen dengan tujuan agar saat pensiun nanti, kita bisa menerima uang bulanan rutin, mirip seperti pensiunan PNS, bedanya, ini kita siapkan sendiri.
Contohnya seperti di bawah ini
Misalnya:
-
Biaya hidup saat ini: Rp10 juta per bulan
-
Target pensiun: 20 tahun lagi (2045)
Ketika dihitung menggunakan Kalkulator Pensiun dengan asumsi inflasi, biaya hidup di tahun 2045 menjadi sekitar:
👉 Rp26,5 juta per bulan
Agar kebutuhan bulanan tersebut bisa dipenuhi dari dividen, maka dibutuhkan dana sekitar:
👉 Rp3,18 miliar
Angka inilah yang menjadi target tabungan saham kita dalam 20 tahun ke depan.
4. Dividen for Education
Konsepnya adalah kita menyiapkan uang pendidikan anak dengan cara menabung saham atau mengikuti dividen investing.
Diharapkan saat momen pendidikan anak tiba kita bisa membayar biaya pendidikan anak seperti SPP, uang kuliah menggunakan dividen yang didapatkan bukan dengan cara menjual sahamnya.
Namun perlu diingat bahwa dividen for education ini sebaiknya juga di atas 10 tahun atau misal jika anak baru lahir maka orang tua mulai menyiapkan dana pendidikan melalui dividen investing ini.
Jika hanya berjarak di bawah 5 tahun sebaiknya mending dimasukkan ke tabungan saja.
Di Mana Peran Dividen?
Nah, di sinilah banyak orang sering salah paham.
Dividen bukan langsung untuk dipakai, tapi justru dipakai untuk mempercepat proses menabung.
Jadi alurnya seperti ini:
Topup → Beli saham dividen → Terima dividen → Reinvest dividen → Beli saham lagi → Dividen makin besar
Dividen berperan sebagai mesin turbo, supaya:
- Beban topup terasa lebih ringan
-
Target Rp3,18 miliar bisa tercapai lebih cepat
-
Bahkan di titik tertentu, kita bisa berhenti topup
Aturan Main Dividen for Retirement
Agar konsep ini bekerja, ada beberapa aturan yang wajib dipatuhi:
1️⃣ Topup Rutin Itu WAJIB
Setiap bulan kita menyetor dana ke RDN untuk membeli saham-saham dengan dividen yield minimal 8%.
Kenapa harus rutin?
Karena di fase awal, tenaga utama datang dari topup, bukan dari dividen.
2️⃣ Dividen 100% HARUS Direinvest
Dividen yang diterima tidak boleh dipakai jajan, liburan, atau ganti gadget.
Semua dividen:
-
Direinvest ke saham yang sama, atau
-
Dipindahkan ke saham dividen lain yang lebih menarik (sesuai kondisi. Dan ini tugas kami sebagai Founder Komunitas Dividen Investing…Enak to…hehe)
Tujuannya satu:
Meringankan topup dan mempercepat akumulasi dana pensiun
3️⃣ Yield Akan Membesar Seiring Waktu
Ini poin yang sering tidak disadari pemula.
Kita membeli saham bukan untuk yield hari ini saja, tapi untuk yield di masa depan berdasarkan harga beli kita.
Contoh sederhana:
-
Tahun 2025 kita beli saham AYAM
-
Dividen yield saat beli: 8%
-
Karena kinerja perusahaan terus tumbuh, dividen naik tiap tahun
Di tahun 2045:
-
Jika dihitung dari harga beli awal, dividen yield saham AYAM bisa menjadi 20% bahkan 30%
Artinya:
-
Dari saham yang sama,
-
Kita menerima dividen jauh lebih besar tanpa nambah modal baru
Fase Penting: Dari Topup ke Autopilot
Dalam konsep Dividen for Retirement, ada titik balik yang sangat penting:
-
Awal: 👉 Topup dominan, dividen masih kecil
-
Tengah: 👉 Topup + dividen mulai seimbang
-
Akhir: 👉 Dividen dominan, topup bisa dikurangi atau dihentikan
Di fase ini:
-
Tabungan tumbuh dari dua sumber sekaligus
-
Target dana pensiun bisa tercapai lebih cepat dari rencana
-
Bahkan sebelum pensiun, dividen sudah bisa menutup sebagian kebutuhan hidup
Kalo poin no 3 ini tercapai maka kita sudah masuk ke fase poin no 1 yaitu Dividen for Living di usia senja.
Kenapa Kami Membentuk Komunitas Dividen Investing?
Konsep inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya Komunitas Dividen Investing.
Kami sadar:
-
Tidak semua tempat kerja menyediakan uang pensiunan bulanan
-
Sementara kebutuhan hidup saat pensiun tidak bisa ditawar
-
Dan masalah ini pasti dialami banyak orang
Daripada berjalan sendiri, kami memilih:
-
Belajar bersama
-
Menyusun strategi bersama
-
Saling mengingatkan untuk tetap disiplin topup & reinvest
Karena pensiun nyaman itu bukan soal pintar, tapi soal konsisten dan tahan godaan.
Bagi teman-teman yang ingin bergabung dengan Komunitas Dividen Investing bisa klik disini JOIN KOMUNITAS.
Apa manfaatnya join komunitas?
1. Mendapat arahan atau sinyal saham apa saja yang layak dibeli beserta harga sahamnya (Banyak kasus mengaku dividen investor tapi harga sahamnya di pucuk)
2. Diskusi portofolio agar plan lebih terarah
3. Motivasi baik di saat market bullish maupun market bearish (Komunitas Dividen Investing menjadi salah satu komunitas yang di saat market bullish justru disuruh wait n see dan di saat market bearish malah membeli)
4. Bisa menentukan konsep yang terbaik yang akan dijalani