2 Kesalahan Saya Sebagai Dividen Investor. JANGAN DITIRU
Sebagai dividen investor, mendapatkan dividien yield minimal 8% mutlak dilakukan dalam screening awal suatu saham.
Setelah dipastikan emiten tersebut membagi dividen sebesar itu maka langkah selanjutnya menelusuri
- Penjualan
- Laba bersih
Teman-teman bisa membaca detail 9 hal yang perlu diketahui sebagai dividen investor di artikel berikut Kamu Dividen Investor? Perhatikan 9 Hal Berikut
Di artikel ini Dividen Investing ID (DIVI ID) tidak akan membahas terkait kondisi dan kinerja perusahaan, tetapi akan membahas 2 kesalahan fatal dalam melakukan dividen investing ini.
Apa 2 kesalahan tersebut?
Yuk simak selengkapnya. Oh ya jangan lupa gabung komunitas dividen investing terbesar disini KOMUNITAS DIVIDEN INVESTING.
Dapatkan analisa saham, tips dan trik serta diskusi hanya khusus bagi teman-teman yang sedang meniti jalan sebagai dividen investor.
1. Average up yang mengurangi dividen yield di saham ELSA
Ceritanya adalah karena ada trading halt kami masuk ke saham ELSA di harga pucuk atau kisaran Rp 378.
Sempat ragu dan pengen mendapat harga psikologis di kisaran 350 tetapi akhirnya diurungkan dan langsung haka di harga Rp 378. Baca tentang harga psikologis DISINI
Ditunggu 2 sampai 3 hari kalo tidak salah, ELSA tidak turun dan perlahan merangkak naik ke Rp 380 hingga Rp 390.
Dan puncaknya ELSA tembus Rp 540an sebelum adanya informasi dividen di RUPS.
Kami memprediksi dividen ELSA kisaran Rp 42an. Baca ELSA Q4 2024 : Laba Bersih Naik 41.84%, Yang Mengganjal Dan Potensi Dividennya
Namun ternyata manajemen mengerem dividen yang dibagikan dengan cara mengurangi dividen payout rationya sehingga dividen yang diberikan hanya Rp 39.
Terlihat bermasalah bagi teman-teman yang membeli ELSA di atas harga Rp 500. Namun jika membeli di harga bawahnya masih mendapat dividen 8%.
Kami? Ya kami mendapat dividen yield 10.3%. Sempurna.
Membeli pas momen market risk dan menyimpannya untuk mendapat dividen yield di atas 8% bahkan malah 10%.
Baca terkait market risk disini Belajar Memahami & Mempersiapkan Diri Menghadapi Market Risk & Company Risk Serta Solusinya
Momen pembagian dividen tiba dan akhirnya kami merasa perlu untuk average up untuk menambah lot.
Karena ELSA mendapat angin segar dari adanya perang maka harga ELSA berada di kisaran Rp 490 hingga Rp 510.
Kami tanpa melakukan hitung-hitungan yang matang melakukan pembelian di harga Rp 500an dan membuat harga kami menjadi Rp 426.
Dari awalnya dividen yield 10.3% sekarang menjadi Rp 9.1%.
Sebenarnya tidak buruk karena masih berada dalam range di atas 8% tetapi jika dibandingkan dengan div yield 10.3% tentu cukup signifikan bagi para dividen investor.
Sekarang kami berharap bahwa tahun 2026 ELSA akan membagi dividen kisaran Rp 42 agar kami tetap mendapat div yield 10%.
Ini adalah kesalahan pertama kami.
Solusinya adalah pastikan setiap mau average up harus menentukan potensi dividennya berapa agar div yieldnya masih terjaga.
2. Membuang telur emas berupa TOTL
Kesalahan yang kedua ini antara memang kesalahan atau memang sudah waktunya.
Jadi kami ikut membeli saham TOTL saat TOTL membagi dividen jumbo yaitu Rp 100 menggunakan saldo laba ditahan.
Bahkan kami sampai menulis artikel terkait sebaiknya beli atau tidak saham TOTL ini di artikel TOTL : Beli Enggak, Beli Enggak.
Saat itu harga TOTL kisaran Rp 300 dan merangkak menuju Rp 500an.
Kami sempat membeli di harga Rp 400an dan mendapat dividen yield kisaran 30%..Hmmmm
Singkat cerita TOTL exdate dan harganya dibanting sama persis dengan dividen yieldnya alias turun 30% dari harga beli kami.
Tentu saja kami biasa saja karena tahu kualitas TOTL dan potensi dividen TOTL di tahun berikutnya kisaran Rp 40.
Namun tiba-tiba ada kebutuhan yang mengharuskan kami menjual saham TOTL.
Di momen tersebut kami merasa biasa saja. Tetapi ketika kami melihat dividen yang dibagikan TOTL tahun 2025 ini sebesar Rp 77 maka kami cukup menyesal.
Berapa div yieldnya jika kami tetap memiliki saham TOTL? Dengan harga Rp 400 maka kita mendapat div yield 19%.
Artinya dalam 5 tahun sebenarnya saham kita sudah gratis.
Sudah mendapat dividen Rp 100 dan di tahun 2025 mendapat dividen Rp 75.
Inilah keajaiban dividen investing dimana kita tidak melakukan apapun bisa mendapat keuntungan 18.75%.
Coba bayangkan di tahun 2023 mendapat dividen Rp 100, tahun 2024 mendapat dividen Rp 40 dan di tahun 2025 mendapat dividen Rp 75 artinya dalam 3 tahun total mendapat dividen 215.
Jika harga beli kita Rp 400 maka dividen yieldnya 53.75%.
Dan di tahun 2026 jika TOTL membagi dividen Rp 75 lagi maka sudah mendapat 18.75% lagi.
Sayang waktu itu kami harus menggunakan anggaran yang ada dan mau tidak mau membuang angsa yang rutin memberi telur emas.
Salah satu pesan moralnya dan kami terapkan buat pribadi dan teman-teman adalah
Pastikan teman-teman memiliki tabungan untuk kondisi darurat, sebelum terjun ke bursa saham.
Sudah paham ya teman-teman?
Kalo belum silahkan join Komunitas Dividen Investing
Apa sih manfaat join Komunitas Dividen Investing?
1. Tips dan Trik Investasi Dividen Jangka Panjang ✅
2. Diskusi Saham Dividen ✅
3. Akses ke 25 List Saham Dividen Yield >8%, potensi dividen 2026 & Jadwal Dividen ✅
4. Mentoring & Tanya Jawab Langsung Bareng Founder Stock Guide ✅
5. Saling mengingatkan saat plan mulai goyah ✅
6. Evaluasi per semester✅
7. Konsultasi Porto Dividen Investing✅