Tidak Semua Dividen Yield 10% Layak Masuk Sebagai Dividen Investing
Dividen Investing ID (DIVI) memang berfokus menjadi dividen investor alias menggunakan plan dividen investing sebagai kendaraan karena menginginkan uang pensiun di hari tua nanti.
Dan saat mengutak atik berbagai teori menemukan teori bahwa tidak semua saham atau emiten yang membagikan dividen yield layak masuk sebagai dividen stock atau masuk menjadi bagian dari dividen investing.
Kok bisa?
Banyak dari kita sering menggunakan screener dengan patokan dividen yield di atas 8% atau bahkan 10%.
Tapi jika kita hanya murni menggunakan screener tanpa mengetahui story yang lengkap maka akan menemukan saham-saham yang sebenarnya tidak layak untuk masuk sebagai portofolio dividen investing
1. One season dividen
Jika senang sepakbola ada istilah one season wonder alias pemain yang hanya 1 musim hebat dan musim berikutnya melempem.
Di saham ternyata juga ada dan emiten ini walaupun memiliki div yield di atas 8% tidak layak masuk sebagai portofolio.
Kok bisa?
Jadi emiten membagi dividen yield besar bisa karena kinerja perusahaannya dari penjualan kemudian bottom linenya adalah laba bersih.
Tapi ada emiten-emiten yang ternyata membagi dividen jumbo karena mereka menjual aset.
Contoh emiten dulu yang membagi dividen jumbo adalah MERK.
Jika hanya bermodal screeneer emiten ini akan masuk ke dalam screener.
Padahal efek dari menjual aset adalah dividen tahun berikutnya akan kembali ke besaran biasanya.
Sampai sini paham ya?
Selain jual aset ada emiten yang membagi dividen besar karena menggunakan saldo laba ditahannya seperti yang dilakukan oleh TOTL beberapa tahun yang lalu. Baca Laba Bersih Hanya Rp 91,6 Miliar Tapi Dividennya Rp 341miliar. Kok Bisa?
Apa masih adalagi? Ternyata masih yaitu emiten yang membagi dividen menggunakan dana hasil IPO seperti yang dilakukan oleh ACRO.
Emiten-emiten seperti ini walaupun div yield bahkan di atas 15% tidak layak masuk portofolio karena keberlanjutan besaran dividen di tahun berikutnya tidak terjamin.
2. Div yield besar karena harga turun yang disebabkan kinerja menurun
Teman-teman pastinya paham bahwa dividen yield itu adalah dividen dibagi harga saham dikali 100%.
Jika dividen tetap harga turun maka div yield akan membesar.
Begitu juga ketika dividen membesar harga tetap maka div yield akan membesar juga.
Problem terjadi adalah ketika dividen tetap tetapi harganya turun seperti yang terjadi di saham UNVR.
Kenapa harga saham UNVR turun? Karena bukan sentimen biasa seperti yang terjadi di emiten bank BUMN tetapi penurunan harga UNVR terjadi karena memang kinerjanya menurun.
Baca Penyebab Harga UNVR Turun
Kinerja menurun maka harga saham akan turun. Jika besaran dividen sama maka div yield akan menjadi besar.
Tetapi emiten dengan kondisi seperti ini tidak layak masuk sebagai emiten dividen investing karena harga turun disebabkan karena kinerja yang menurun.
Paham ya
3. Karena manajemennya enggak ada ide lain
Lha kok bisa?
Bisa aja…hihi
Ada lho emiten yg kasnya besar dan laba bersihnya juga besar dan ternyata digunakan untuk dividen.
Contoh adalah SIDO dimana SIDO sering sekali membagi dividen payout rationya 100%.
Adalagi UNVR juga sering membagi semua laba bersihnya sebagai dividen. Baca UNVR Q1 2025 : Perbandingan Yang Tidak Tepat, Kita “Penyebabnya” & Potensi Yang (Tidak) Ada
Dulu RALS juga pernah melakukan hal yang sama. Artikel insightnya bisa dibaca di link berikut RALS : Kinerja, Gerai, Manajemen, Dividen Dan Tips Jual Beli
Tapi boleh kan? Boleh aja cuma hal ini menjadi alarm kalau manajemen enggak ada ide buat ekspansi, akuisisi atau corporate action lain
Kemaren ELSA mengurangi DPR buat jaga2 karena ekonomi masih naik turun…Menurut kami ini adalah langkah yang tepat.
Ssssttttt. Bagi yang beli ELSA di bawah 400 div yieldnya masih tembus 10% lho…hihihihi.
Ok sudah kebayang ya.
Carilah emiten yang akan dijadikan dividen investing itu
1. Penjualan naik disertai laba bersih naik
2. Pastikan laba bersih bukan karena keuntungan selisih kurs, berkurangnya penyusutan atau hanya ditopang penjualan lain-lain seperti aset
3. Kalo bisa masuk saat harga saham menurun karena sentimen negatif seperti ketika trade war kemaren yang membuat IHSG trading halt
Sudah paham ya
Kalo belum silahkan join Komunitas Dividen Investing
Apa sih manfaat join Komunitas Dividen Investing?
1. Tips dan Trik Investasi Dividen Jangka Panjang ✅
2. Diskusi Saham Dividen ✅
3. Akses ke 25 List Saham Dividen Yield >8%, potensi dividen 2026 & Jadwal Dividen ✅
4. Mentoring & Tanya Jawab Langsung Bareng Founder Stock Guide ✅
5. Saling mengingatkan saat plan mulai goyah ✅
6. Evaluasi per semester✅
7. Konsultasi Porto Dividen Investing✅


