Kamus Khusus Buat Para Dividen Investor
Capital Gain
Artinya :
Keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga saham.
Contoh :
Beli saham Rp1.000 lalu dijual Rp1.500. Keuntungan Rp500 disebut capital gain.
Capital Loss
Artinya :
Kerugian akibat harga jual saham lebih rendah dari harga beli.
Contoh :
Beli saham Rp1.000 lalu dijual Rp800.
Kerugian Rp200 disebut capital loss.
Cash Dividend
Artinya :
Dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai.
Contoh :
Perusahaan membagikan dividen Rp150 per saham ke rekening investor.
Cum Date
Artinya :
Tanggal terakhir membeli saham agar masih berhak menerima dividen.
Contoh :
Cum date: 10 April.
Jika membeli sebelum atau pada tanggal tersebut, investor berhak mendapatkan dividen.
Dividend Growth
Artinya :
Pertumbuhan dividen dari tahun ke tahun.
Contoh :
2021 : Rp50
2022 : Rp70
2023 : Rp100
Artinya perusahaan memiliki pertumbuhan dividen yang baik.
Dividend per Share (DPS)
Artinya :
Jumlah dividen yang dibagikan untuk setiap 1 lembar saham.
Contoh :
Dividen Rp200 per saham.
Jika memiliki 5.000 saham maka dividen yang diterima:
5.000 × 200 = Rp1.000.000
Dividend Payout Ratio (DPR)
Artinya :
Persentase laba bersih yang dibagikan sebagai dividen.
Rumus :
Total dividen ÷ laba bersih
Contoh :
Laba bersih Rp100 miliar
Dividen Rp40 miliar
DPR = 40%
Dividend Trap
Artinya :
Kondisi ketika dividend yield terlihat sangat tinggi tetapi sebenarnya berisiko karena laba perusahaan menurun.
Contoh :
Harga saham turun tajam sehingga yield terlihat tinggi, tetapi laba perusahaan terus menurun.
Dividend Yield
Artinya :
Persentase imbal hasil dividen dibandingkan harga saham.
Rumus :
Dividen per saham ÷ harga saham
Contoh :
Dividen Rp100
Harga saham Rp1.000
Yield = 10%
Dividend Yield on Cost (YOC)
Artinya :
Dividend yield yang dihitung berdasarkan harga beli saham.
Contoh :
Beli saham Rp1.000
Dividen Rp100
YOC = 10%
Jika harga saham naik menjadi Rp2.000, YOC tetap dihitung dari harga beli.
Ex Date
Artinya :
Tanggal dimana pembeli saham tidak lagi berhak mendapatkan dividen.
Contoh :
Jika membeli saham pada ex date maka tidak akan menerima dividen.
Floating Loss
Artinya :
Kerugian sementara karena harga saham turun tetapi saham belum dijual.
Contoh :
Beli saham Rp1.000
Harga sekarang Rp900
Floating loss Rp100.
Floating Profit
Artinya :
Keuntungan sementara karena harga saham naik tetapi saham belum dijual.
Contoh :
Beli saham Rp1.000
Harga sekarang Rp1.200
Floating profit Rp200.
Free Cash Flow
Artinya :
Uang kas yang tersedia setelah perusahaan membayar semua biaya operasional dan investasi.
Contoh :
Free cash flow yang besar biasanya membuat perusahaan lebih mudah membayar dividen.
Harga Panggilan
Artinya :
Harga acuan atau harga maksimal yang boleh dibeli suatu emiten
Contoh :
Harga panggilan BBRI Rp 3000 maka jika harga BBRI di 3010 sudah tidak boleh dibeli
Passive Income
Artinya :
Pendapatan yang diperoleh tanpa harus bekerja aktif.
Contoh :
Dividen Rp5 juta per tahun dari saham yang dimiliki.
Payment Date
Artinya :
Tanggal dividen dibayarkan kepada investor.
Contoh :
Payment date 30 April.
Pada tanggal ini dividen masuk ke rekening efek.
Retained Earnings
Artinya :
Laba yang tidak dibagikan sebagai dividen dan disimpan perusahaan.
Contoh :
Laba Rp100 miliar
Dividen Rp40 miliar
Saldo laba ditahan Rp60 miliar.
Special Dividend
Artinya :
Dividen tambahan yang dibagikan di luar dividen rutin.
Contoh :
Perusahaan menjual aset besar dan membagikan dividen khusus kepada pemegang saham.
Stock Dividend
Artinya :
Dividen yang dibagikan dalam bentuk saham tambahan.
Contoh :
Investor mendapat tambahan 1 saham untuk setiap 10 saham yang dimiliki.
Total Return
Artinya :
Total keuntungan investasi yang berasal dari dividen dan capital gain.
Contoh :
Capital gain = 8%
Dividend yield = 5%
Total return = 13%
Yield Trap
Artinya :
Kondisi ketika investor tergoda oleh dividend yield tinggi tanpa memperhatikan kesehatan bisnis perusahaan.
Contoh :
Perusahaan membayar dividen tinggi tetapi laba menurun terus.
Earnings per Share (EPS)
Artinya :
Laba bersih perusahaan yang diperoleh untuk setiap 1 lembar saham.
EPS menunjukkan seberapa besar keuntungan perusahaan yang menjadi hak setiap saham.
Rumus :
Laba Bersih ÷ Jumlah Saham Beredar
Contoh :
Laba bersih perusahaan = Rp1 triliun
Jumlah saham beredar = 10 miliar lembar
EPS = 1.000.000.000.000 ÷ 10.000.000.000
EPS = Rp100 per saham
Artinya setiap 1 saham menghasilkan laba Rp100.
EPS sering menjadi dasar perhitungan dividen.
Gross Profit Margin (GPM)
Artinya :
Persentase laba kotor perusahaan dibandingkan dengan total penjualan.
Rasio ini menunjukkan seberapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi biaya produksi.
Rumus :
Laba Kotor ÷ Penjualan
Contoh :
Penjualan = Rp1 triliun
Harga pokok penjualan = Rp600 miliar
Laba kotor = Rp400 miliar
GPM = 400 / 1.000 = 40%
Artinya dari setiap Rp1 penjualan, perusahaan mendapat laba kotor Rp0,40.
Net Profit Margin (NPM)
Artinya :
Persentase laba bersih perusahaan dibandingkan dengan total penjualan.
Rasio ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan setelah semua biaya dibayar.
Rumus :
Laba Bersih ÷ Penjualan
Contoh :
Penjualan = Rp1 triliun
Laba bersih = Rp120 miliar
NPM = 120 / 1.000 = 12%
Artinya dari setiap Rp1 penjualan, perusahaan mendapatkan laba bersih Rp0,12.
Semakin tinggi NPM biasanya bisnis semakin kuat.
Treasury Stock
Artinya :
Saham perusahaan yang dibeli kembali oleh perusahaan itu sendiri.
Saham ini biasanya tidak mendapatkan dividen dan tidak memiliki hak suara.
Contoh :
Perusahaan memiliki 10 miliar saham beredar.
Perusahaan melakukan buyback 1 miliar saham.
Maka saham tersebut menjadi treasury stock.
Jumlah saham yang beredar di pasar menjadi lebih sedikit.
Hal ini sering dilakukan untuk:
-
menaikkan EPS
-
menstabilkan harga saham
-
meningkatkan nilai pemegang saham