Cara Dividen Investor Melakukan Average Up (Beserta Contoh Sahamnya)
Buat dividen investor pekerjaan melakukan avg up sebenarnya pekerjaan yang menyebalkan apalagi kalo lot masih kecil dan kinerja emiten naik
Kenapa dividen investor kalo bisa tidak melakukan avg up?
1. Agar div yield on cost bisa tetap terjaga
2. Dana yang ada bisa digunakan untuk membeli saham lain
Tapi kadang kita pengen juga memiliki lot lebih banyak di saham yang memang memiliki kinerja growth aau core stock apalagi saham tersebut memang memiliki MOAT yang susah ditandingi seperti IPCM (Tidak semua perusahaan tiba-tiba ingin membuat bisnis pemanduan kapal.
Nah kami buatkan cara atau panduan average up untuk para dividen investor.
1. Pastikan emiten sedang memiliki kinerja baik (Kalo kinerja sedang kurang sehat ya jangan average up ya)
2. Hitung potensi dividen yang akan dibagikan
3. Harga masih masuk ke harga panggilan (Mau dapat harga panggilan emiten biar kamu tidak beli di harga pucuk? Klik Komunitas Dividen Investing ID)
4. Pastikan saat mau avg up hitung harga terbarunya berapa agar div yield targetnya bisa tercapai.
Gunakan Kalkulator Avg Down dan Avg Up disini untuk melihat harga barunya sebelum benar-benar membeli.
Yuk kita liat contohnya untuk saham IPCM
1. Kinerja IPCM di q4 2025 istimewa karena growth bahkan all time high

2. Potensi dividen IPCM di tahun 2025 sebesar Rp 27.92
3. Di harga Rp 330 masih masuk harga panggilanÂ
4. Misalnya kami memiliki IPCM 1000 lot di harga 310 dan pengen harga barunya tetap di kisaran 315 agar div yield masih tembus 8.8% maka kami bisa avg up dengan jumlah 325 lot di harga maksimal Rp 330.
Ini detailnya.

Paham kan?
Kita bisa menambah lot ke emiten atau saham yang memang sedang growth tapi kita juga masih bisa mendapat div yield >8%.
Catatan
- ubah di kolom yang berwarna hijau dan biru
- kolom kuning otomatis akan mengikuti
- setelah mengubah lot atau harga tunggu sejenak
- jika setelah ditunggu beberapa saat tidak muncul maka direfresh