Yang Saya Lakukan Sebagai Dividen Investor (Beserta Contoh Sahamnya)
Menjadi investor jelas harus memiliki insting untuk terus berburu saham dan mempelajari saham tersebut.
Tidak terkecuali saat menjadi dividen investor dimana dalam dividen investor juga harus
- memastikan emiten membagi dividen minimal 8%,
- mengetahui darimana dividen tersebut berasal
- apakah di tahun berikutnya dividen yang dibagikan akan sama atau malah bertambah atau justru berkurang.
Kali ini Dividen Investing ID (DIVI ID) akan membagikan apa saja langkah-langkah yang dilakukan sebagai dividen investor
1. Cari emiten yang memiliki div yield minimal 8%
Div yield minimal 8% adalah angka yang wajib karena jika cuma 4% maka lebih baik di taruh di deposito dan semacamnya.
Bagaimana cara mencari emiten yang membagikan div yield di atas 8%?
- Scrolling di berbagai forum seperti Stockbit, Telegram, Facebook maupun grup Whatsapp
Jika biasanya istilah scrolling itu negatif karena menghabiskan waktu maka menurut kami justru scrolling ini adalah momentum dimana kita bisa mencari ide, membaca ide orang lain dan menemukan emiten-emiten yang membagi dividen.
Selain kita mengetahui nama sahamnya, dengan scrolling ini kita bisa membaca analisa orang lain baik yang pro atau kontra.
Contohnya kami menemukan saham LPPF dimana yang kontra membahas terkait dengan DER LPPF yang di q1 2025 menyentuh 646%.
Sesuatu yang oleh investor fundamentalis harus diwaspadai.
Disini nanti kita perlu membaca lapkeu Q1 2025 agar mengetahui apa story dibalik angka 646% ini dan tentu saja membaca laporan tahunan beberapa tahun terakhir agar mengetahui apakah DER setinggi itu sudah menjadi habit atau hanya musim-musim tertentu. Baca terkait DER LPPF disini (Khusus anggota Komunitas Dividen Investing)
- Memanfaatkan fitur screener
Cara lain yang sebenarnya lebih gampang untuk mencari saham yang memiliki dividen yield di atas 8% adalah menggunakan screener dan tentu saja Stock Guide menggunakan screener milik Stockbit.
Berikut contoh hasilnya dengan screener hanya dividen yield di atas 8% saja.
Per tanggal penutupan 26 Juni 2025 ada 64 emiten yang membagikan saham dengan div yield di atas 8%.
Apakah langsung dibeli semua? Tentu saja tidak donk…hehehe.
Ada banyak pertimbangan untuk membeli saham dividen investing. Baca terus artikelnya ya..
Ada lho dilist itu emiten yang div yieldnya 8% tetapi bukan karena kinerjanya bagus tetapi karena harga sahamnya yang turun. Wow….
Tapi ada juga lho yang div yieldnya hanya 8% saja karena harga sahamnya yang naik.
Atau ternyata tidak semua emiten yang div yieldnya di atas 8% TIDAK BOLEH dibeli. Simak artikelnya Tidak Semua Dividen Yield 10% Layak Masuk Sebagai Dividen Investing
2. Cek sekilas di Stockbit seperti penjualan, laba bersih, kas, DPR, eps terakhir
Setelah menemukan saham yang memiliki div yield di atas 8% langkah berikutnya adalah mengecek secara kasar emiten tersebut di Stockbit melalui keytats dan fitur financial.
Apa yang dilihat secara sekilas?
- Penjualan
- Laba bersih
- EPS terakhir
- Kas
- Dividen payout ratio
- detail dividen yang sudah dibagikan (apakah rutin atau hanya sekali-kali saja)
Teman-teman bisa membaca artikel ini juga untuk mengetahui apa saja yang sebaiknya diperhatikan bagi dividen investor
3. Membaca laporan keuangan kuartal terakhir
Banyak yang bilang hanya dengan screener dan keytats sudah cukup untuk melihat sebuah perusahaan dan memutuskan untuk membeli atau tidak.
Kami tidak bisa..hehe
Dividen Investing ID (DIVI ID) harus membuka dan membaca laporan keuangan kuartal terakhir untuk melihat seperti apa sih kinerja sesungguhnya.
Ada cerita apa dibalik kondisi perusahaan, kinerja perusahaan dan catatan lainnya.
Menurut kami jika tidak membuka laporan keuangan
1. rasanya ada yang kurang (Mau investasi menggunakan uang beneran masa cuma baca keystats)
2. keytats seperti itu hanya menampilkan data mentah tanpa cerita utuh
Contoh TOTL tiba-tiba membagi dividen Rp 100 darimana.
Atau misalnya saham ACRO yang bisa membagi dividen jumbo darimana. Apa perusahaannya memang mampu atau mengambil dari mana.
3. Kok tiba-tiba kas LPPF naik signifikan
Hal-hal ini hanya bisa dibaca di laporan keuangan.
Nah setelah membaca laporan keuangan kuartal terakhir Stock Guide biasanya dilanjutkan dengan menulis seperti analisa LPPF di link ini LPPF Q1 2025 : Laba Bersih Naik Naik 97.36%, 4 Catatan Dan DER Yang (Tidak) Bahaya
Tujuan menulis adalah
1. Untuk mengingat analisa yang sudah dilakukan
2. Biar bisa dibaca teman-teman yang lain
Dan ternyata setelah membaca laporan keuangan Q1 2025 milik LPPF ada beberapa hal yang perlu dikonfirmasi sehingga kami melanjutkan dengan membuka laporan tahunan atau full year beberapa tahun terakhir
4. Membaca laporan tahunan beberapa tahun terakhir
Langkah selanjutnya adalah membuka laporan tahunan full year baik yang terakhir maupun beberapa tahun terakhir untuk mengkonfirmasi apa yang sebenarnya terjadi seperti kasus LPPF dimana DERnya sangat tinggi, kasnya tiba-tiba tinggi dan hutang bank yang tidak ada.
Apakah sudah cukup? Tentu saja tidak.
Biasanya kami sampai menuliskan data-data yang diperlukan hanya untuk melihat storynya.

Seperti gambar di atas terkait penjualan masing-masing segmen dari BISI.
5. Cari keterbukaan informasi
Laporan keuangan hanyalah deretan angka-angka saja dan biasanya ada hal-hal tertentu yang dijelaskan melalui keterbukaan informasi seperti kasus LPPF ini dimana pihak BEI meminta penjelasan terkait dividen LPPF.
Ada informasi yang sangat bermanfaat terkait hal ini yang bisa mempengaruhi keinginan kita untuk berinvestasi di LPPF. Simak di artikel selanjutnya ya.
6. Baca Annual report
Nah jika ada hal-hal yang masih kurang yakin utamanya terkait potensi kinerja emiten di tahun mendatang dan apa saja kendala di tahun sebelumnya maka kita wajib membaca annual report.
Di annual report kadang ada informasi tersembunyi yang memang hanya ditulis disini seperti contohnya IPCC yang berencana investasi di Pelabuhan Patimban.
Atau dulu kami membaca annual report BLUE dimana sistem pemerintah membuat kinerja mereka bisa saja berkurang. Baca BLUE : Tantangan Yang Dihadapi Dan Masa Depannya
7. Baca public expose
Langkah berikutnya adalah membaca public expose di bagian diskusi antara manajemen dan para investor atau media.
Lagi-lagi ada banyak informasi yang masuk di public expose ini yang bisa menambah tesis kita apakah yakin mau masuk atau tidak di saham ini apalagi status kita yang akan menjadikan emiten sebagai portofolio dividen investor. Join komunitas dividen investing terbesar disini KOMUNITAS DIVIDEN INVESTING
Contohnya informasi di public expose RALS yang bisa disimak di artikel ini RALS : Kinerja, Gerai, Manajemen, Dividen Dan Tips Jual Beli
Dimana investor bertanya terkait penjualan online RALS.
Atau juga terkait Pelabuhan Patimban yang oleh manajemen IPCC disebut sebagai tantangan.
8. Baca di media
Nah terakhir adalah membaca di media-media mainstream terkait emiten tersebut.
Tugas kita adalah menyaring informasi-informasi yang ada dan melengkapinya sebagai tesis.
Teman-teman bisa klik link berikut untuk contoh emiten LPPF.
https://emitennews.com/tag/lppf
https://search.bisnis.com/?q=lppf
https://www.kontan.co.id/search/?search=lppf&Button_search=
Kalo mau menelusuri emiten lain tinggal diganti LPPFnya ke emiten yang sedang dipelajari ya…
Mungkin itu 8 kegiatan yang dilakukan oleh kami saat mempelajari emiten.
Oh ya bisa saja nanti berubah menjadi 9 atau 10 ya.
Sudah paham ya teman-teman?
Kalo belum silahkan join Komunitas Dividen Investing
Apa sih manfaat join Komunitas Dividen Investing?
1. Tips dan Trik Investasi Dividen Jangka Panjang ✅
2. Diskusi Saham Dividen ✅
3. Akses ke 25 List Saham Dividen Yield >8%, potensi dividen 2026 & Jadwal Dividen ✅
4. Mentoring & Tanya Jawab Langsung Bareng Founder Stock Guide ✅
5. Saling mengingatkan saat plan mulai goyah ✅
6. Evaluasi per semester✅
7. Konsultasi Porto Dividen Investing✅


